Senin, 26 Agustus 2013

Waktu Kecil Hendra Setiawan Pendiam dan Tidak Nakal

Sumber Asli -- C0I - Ayah Hendra Setiawan, Ferry Yugianto, membeberkan masa kecil putranya tersebut hingga bisa menjadi pebulutangkis hebat seperti saat ini. Seperti apa?



Hendra dan pasangannya, Mohammad Ahsan, berhasil meraih gelar Juara Dunia di Guangzhou, Cina 11 Agustus 2013 lalu. Mereka mengalahkan ganda Denmark, Mathias Boe/Cartsen Mogensen.

Hendra diarak di kampung halamannya, Pemalang, ditemani oleh Ahsan meskipun bukan berasal dari Pemalang. Usai acara arak-arakan di Pendopo, pebulutangkis kelahiran 25 Agustus 1984 itu mengunjungi rumahnya di Jl. Jatiraya 119, Pemalang, Jawa Tengah. Menurut mantan pasangan Markis Kido itu, sudah lebih dari satu tahun ia tidak pulang ke rumah orangtuanya.

Sayang, Hendra tak memiliki waktu yang cukup berada di rumahnya karena harus berangkat ke Purwokerto. Meski demikian, keluarganya bahagia pebulutangkis berusia 29 tahun itu menyempatkan diri mampir ke rumah.

Lantas, seperti apa awal perjalanan Hendra bisa menjadi seperti saat ini? Sang Ayah pun membeberkannya dengan gamblang.

"Saya dulu pelatih bulutangkis di Pemalang. Sejak kecil Hendra sering ikut saya. Awalnya saya tidak memerhatikan, tapi setelah tiga bulan, ternyata dia mempunyai bakat bulutangkis," ujar Ferry, di kediaman Hendra, Senin (26/8/2013).

"Saya langsung memfokuskan dia ke bulutangkis agar bisa menjadi atlet hebat. Hendra kecil tidak nakal, justru dia sangat pendiam. Sampai saat ini, Hendra menjadi panutan keluarga karena sikapnya yang disiplin dan tidak neko-neko," ia melanjutkan.

Awalnya, Hendra bukanlah pemain ganda putra. Sejak mulai menekuni bulutangkis dengan serius di bangku SMP, ayahnya ingin sang anak fokus di nomor tunggal putra.

"Saya kaget setelah mengetahui Hendra memilih ganda putra karena posturnya tinggi dan cocok untuk tunggal putra. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena itu sudah menjadi keinginannya. Sebagai orangtua kita hanya bisa mendukung," katanya.

Sebagai pebulutangkis, Hendra sudah merasakan cukup banyak gelar bergengsi seperti Olimpiade dan Juara Dunia saat masih berpasangan dengan Markis Kido. Sang ayah memiliki trik untuk menjaga motivasi bermain anaknya tetap tinggi.

"Agar motivasinya terus terjaga, saya selalu memberikan semangat kepadanya usai mengikuti even-even internasional supaya tidak jenuh," ia mengakhiri.

- ***


-->

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2013 berita hangat - Template by Efachresya - Editor premium Top coi